viewers

Senin, 20 Januari 2014

PENTINGNYA PRODUSEN MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI PERILAKU KONSUMEN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang, maka semakin berkembang pula dunia industri di Negara kita saat ini. Dengan demikian, banyak produsen semakin berlomba-lomba menciptakan sebuah produk agar dapat memikat hati para konsumen. Produsen tidak hanya dituntut untuk menciptakan sebuah produk, tetapi harus menciptakan produk yang memiliki nilai tambah atau nilai lebih dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan memahami perilaku konsumen, maka produsen akan mampu memberikan kepuasan kepada para konsumen.

Minggu, 24 November 2013

SIKAP DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP RESTORAN SAGOO KITCHEN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
            Peningkatan terhadap jumlah penduduk Indonesia berdampak pada peningkatan jumlah konsumsi masyarakat Indonesia, khususnya terhadap pangan. Besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan mendorong peningkatan usaha di bidang pangan. Perubahan gaya hidup yang membawa pergeseran dalam kehidupan social ekonomi masyarakat juga merupakan salah satu penyebab dari peningkatan usaha di bidang pangan. Dampak perubahan gaya hidup terlihat dari adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap makanan. Aktivitas masyarakat perkotaan yang padat menyebabkan mereka tidak mempunyai banyak waktu untuk menyiapkan makanan di rumah sehingga menimbulkan suatu kebiasaan baru yaitu makan di luar rumah yang dianggap lebih praktis. Perubahan gaya hidup menyebabkan masyarakat semakin menginginkan nilai lebih dari sekedar makan sebagai pemuas kebutuhan fisiologis. Gaya hidup pula yang telah membawa masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki brand image yang ditawarkan di tempat dan suasana berbeda yang jarang ditemukan bila makanan ini dinikmati di rumah. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap jasa penyedia makanan yang biasanya disebut sebagai restoran atau rumah makan. Restoran adalah salah satu usaha di bidang pengolahan pangan. Restoran merupakan suatu tempat atau bangunan yang diorganisir secara komersial untuk menyelenggarakan jasa pelayanan dengan baik kepada pelanggan, baik dengan menyediakan makanan maupun minuman.

Rabu, 06 November 2013

PENGARUH KEHADIRAN HIJABERS COMMUNITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN JILBAB

BAB I
PENDAHULUAN

  
1.1   Latar Belakang
Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh setiap perusahaan didasarkan pada strategi pemasaran yang ditetapkan untuk mencapai sasaran pasar yang dituju. Oleh karena itu, pasar perusahaan perlu dikaji, sehingga dapat ditentukan sasaran yang tepat. Dalam menentukan sasaran pasar yang tepat terhadap, perlu diteliti dan dikaji motif, perilaku, dan kebiasaan pembeli. Karena masing-masing pembeli mempunyai motif, perilaku, dan kebiasaan membeli yang berbeda, maka perlu dilakukan pendekatan dalam pengkajiannya, sehingga analisis yang dilakukan lebih berguna dan tepat untuk pengambilan keputusan.

Minggu, 16 Juni 2013

Politik dan Strategi Nasional


Politik dan Strategi nasional merupakan satu-kasatuan yang tidak dapat dipisahkan. Politik yang dikatakan sebagai upaya proses menentukan tujuan dan cara memujudkannya berhubungan langsung dengan strategi yang merupakan kerangka rencana untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini politik dan strategi nasional merupakan sesuatu yang berhubungan erat dengan cara-cara untuk mencapai tujuan nasional.

Senin, 06 Mei 2013

Ancaman Terhadap Ketahanan Nasional


Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.

Faktor-faktor yang mengganggu ketahanan nasional adalah berbagai macam bentuk tindakan maupun pemikiran yang mengancam ketahanan nasional suatu negara. Faktor-faktor pengganggu ini dapat disebut sebagai ancaman ketahanan nasional. Ancaman ketahanan nasional dapat dikategorikan sebagai berikut :

a.       Berdasarkan asal datangnya ancaman
-    Ancaman dari luar, yaitu segala ancaman terhadap ketahanan nasional yang berasal dari luar negeri.
-        Ancaman dari dalam, yaitu segala ancaman terhadap ketahanan nasional yang berasal dari dalam negeri.

b.      Berdasarkan bentuk ancaman
-     Ancaman fisik, yaitu segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu ketahanan nasional suatu negara yang dilakukan dengan tindakan secara fisik, seperti serangan senjata, penghilangan nyawa manusia, perusakan fasilitas, terorisme, konflik berdarah, dan lain-lain baik berasal dari dalam maupun luar negeri.
-    Ancaman ideologis, yaitu segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu ketahanan nasional suatu negera yang dilakukan dalam tataran pemikiran, seperti perang ideologi, arus globalisasi, kepentingan politik, dan lain-lain baik berasal dari dalam maupun dalam negeri.
   

1.       Contoh ancaman fisik dari luar
a.       Penyerangan tentara Amerika ke Irak
b.      Serangan rudal Israel ke Palestina
c.       Penembakan kapal patroli Indonesia oleh Malaysia
d.      Agresi militer Belanda di Indonesia
e.      Penjajahan bangsa Eropa di Indonesia

2.       Contoh ancaman ideologi dari luar
a.       Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
b.      Masuknya berbagai kebudayaan dan paham baru dari luar negeri
c.      Adanya campur tangan politik dari badan-badan asing di dalam negeri
d.      Maraknya media propaganda asing
e.      Adu domba yang dilakukan pihak asing
f.       Pemberlakuan aturan-aturan tertentu yang dilakukan oleh pihak asing yang merugikan negara lain, seperti larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa

3.       Contoh ancaman fisik dari dalam
a.      Teror bom Solo
b.      Penyerangan antar suku di Papua
c.      Tawuran antar warga di Makassar
d.      Penjarahan toko milik etnis Tionghoa oleh warga pribumi
e.      Kerusuhan massa di Jakarta
f.        Perusakan kantor walikota oleh warga yang marah
g.       Kekejaman aparat keamanan terhadap mahasiswa saat demonstrasi tahun 1998
h.      Perusakan dan vandalisme terhadap fasilitas umum

4.       Contoh ancaman ideologi dari dalam
a.       Munculnya paham-paham radikal dan ekstrimis dari dalam negeri
b.      Munculnya berbagai aliran sesat di Indonesia
c.  Provokasi dari kelompok masyarakat tertentu terhadap kelompok masyarakat lainnya yang mengandung unsur SARA
d.   Adanya stereotipe tertentu yang terbentuk dalam suatu masyarakat dalam menilai masyarakat lainnya
e.      Sikap apatis terhadap pemerintah
f.        Sikap mau menang sendiri dalam masyarakat suatu Negara
g.       Permainan kotor para politisi dan pejabat Negara
h.      Kurangnya kecintaan terhadap produk dalam negeri